Jumat, 02 Oktober 2015

Informasi Tentang Penyebab Disfungsi Ereksi


Informasi Tentang Penyebab Disfungsi Ereksi


Sebelum ke pembahasan utama yaitu Informasi Tentang Penyebab Disfungsi Ereksi, alangkah baiknya kita mengenal terlebih dahulu mengenai apa itu ereksi dan bagaimana awal mula terjadinya ereksi.
Ereksi adalah perubahan fisik penis yang terlihat membesar dan terasa mengeras karena masuknya aliran darah ke dalamnya, sebagai kelanjutan dari adanya rangsangan yang diterima baik secara langsung maupun tidak langsung.

Ereksi merupakan hasil koordinasi beberapa anggota tubuh mulai dari otak, pembuluh darah, saraf serta sejumlah hormon khusus. Saat tubuh menerima rangsangan, otak akan mempersepsikan pemikiran erotis yang memicu hadirnya gairah seksual.

Otak lalu memerintahkan hormon tertentu untuk memacu kerja jantung dan membuka pembuluh darah tubuh termasuk pada pangkal penis. Kondisi ini membuat seseorang yang bergairah merasakan debaran jantung yang lebih cepat dari biasanya.

Selanjutnya jantung akan memompa darah ke pembuluh darah yang telah terbuka tersebut. Aliran darah yang masuk membuat penis membesar dan mengeras (ereksi). Tingkatan ereksi sepenuhnya dikendalikan oleh stimulan atau rangsangan yang diterima oleh otak.

Dari awal mula terjadinya ereksi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa bagian-bagian tubuh tersebut saling berkaitan untuk terjadinya ereksi. Jika ada gangguan dari salahsatu bagian-bagian tubuh tersebut maka fungsinya tidak akan bekerja secara maksimal yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi atau keadaan dimana sulit untuk memulai dan mempertahan ereksi serta menurunnya gairah seksual.

Berikut Rincian Penyebab Disfungsi Ereksi


1. Penyebab Fisik

Sebab fisik disini berarti adanya penyakit atau gangguan pada tubuh secara fisik yang menghambat kerja salah satu organ pendukung ereksi. Penyebab fisik dapat dibagi menjadi 4 bagian besar, yaitu:

A. VASKULOGENIK

Merupakan kondisi fisik yang mempengaruhi aliran darah ke penis. Disfungsi ereksi sangat berkaitan erat dengan penyakit kardiovaskular, yaitu gangguan pada kinerja jantung dan pembuluh darah dalam memompa dan mengalirkan darah dalam tubuh. Penyakit jantung atau pembuluh darah seperti aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), hipertensi atau tekanan darah tinggi, dan diebetes juga mempengaruhi suplai darah serta respon syaraf pada penis, sehingga dapat dimasukkan dalam kategori ini.

B. NEUROGENIK

Neorogenik merupakan segala kondisi fisik yang mempengaruhi sistem syaraf yang terdapat dalam tubuh, baik itu pada otak, saraf ataupun pada sumsum tulang belakang. Beberapa kasus neurogenik yang dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi adalah gangguan syaraf, adanya cidera pada tulang belakang, dan stroke dimana terdapat gangguan pada pasokan darah menuju otak.

C. HORMONAL

Hormon diproduksi oleh tubuh berdasarkan kebutuhan. Saat produksi ini terhambat atau berlebih, kinerja tubuh akan terganggu. Ada beberapa gangguan tingkat produksi hormon dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

D. ANATOMI

Sesuai namanya, kondisi ini berhubungan dengan struktur fisik dari penis itu sendiri. Peyroine merupakan salah satu penyakit yang mempengaruhi jaringan penis dan dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

2. Masalah psikologis

Penyebab psikologis ini berkisar pada trauma depresi, stress dan kecemasan. Jika akibat depresi maka perlu ditangani dengan hati-hati, karena frustasi dengan kondisi ini bisa menyebabkan depresi lebih lanjut sehingga membentuk lingkaran setan. Kadang gugup atau takut pasangan merasa tidak terpuaskan bisa menyebabkan impotensi.

3. Usia

Semakin bertambah usia seorang pria, maka impotensi semakin sering terjadi, meskipun impotensi bukan merupakan bagian dari proses penuaan tetapi merupakan akibat dari penyakit yang sering ditemukan pada usia lanjut. Sekitar 50% pria berusia 65 tahun dan 75% pria berusia 80 tahun mengalami impotensi. Lelaki usia lanjut biasanya mengalami keadaan yang disebut andropause. Ini adalah masa di mana produksi testosteron berkurang.

4. Obat-obatan kimia

Obat-obatan kimia yang berbahaya dapat menimbulkan berbagai efek samping, salahsatunya memicu terjadinya impotensi.

Masalah yang berhubungan dengan vitalitas pria seperti disfungsi ereksi ini, seringkali menjadi pemicu rusaknya keharmonisan keluarga. Untuk mengatasi hal tersebut, maka tindakan pengobatan harus dilakukan. Berikut ini pengobatan bagi pria yang mengalami disfungsi ereksi :

Disfungsi ereksi biasanya bisa diobati tanpa pembedahan, dan jenis pengobatan tergantung kepada penyebabnya. Latihan khusus dilakukan oleh penderita akibat masalah psikologis, bisa dilakukan dengan Teknik pemusatan sensasi 3 tahap.

Teknik ini mendorong hubungan intim dan kehangatan emosional, yang lebih menitik beratkan kepada membangun sebuah hubungan :

  • Tahap I : Bercumbu, pasangan berkonsentrasi untuk menyenangkan satu sama lain tanpa menyentuh daerah kemaluan.
  • Tahap II : Pasangan mulai menyentuh daerah kemaluan atau daerah erotis lainnya, tetapi belum melakukan hubungan badan.
  • Tahap III : Melakukan hubungan badan.
Masing-masing mencapai kenyamanan pada setiap tahap keintiman sebelum berlanjut ke tahap selanjutnya. Jika teknik tersebut tidak berhasil, mungkin penderita perlu menjalani psikoterapi atau terapi perilaku seksual. Jika penderita mengalami depresi, bisa diberikan obat anti depresi.

Vig Power Capsule solusi terbaik untuk mengatasi dan mengobati masalah vitalitas pria, seperti disfungsi ereksi, ejakulasi dini, loyo, lemah syahwat, ingin kuat, ingin tahan lama dan lainnya.

1 komentar: